Coba tengadah sesaat..
apa?
di atas sana, awan beriring dengan bentuk yang indah
Owh, itu awan harapan
awan harapan?
Ya, awan harapan, terbentuk dari embun asa yang menguap. Awan itu untukmu.
tengadah lagi..
Apa?
di atas sana, berkelap-kelip, berganti-ganti warnanya
Owh… itu bintang yang kulukis malam tadi
bintang yang kaulukis malam tadi?
Ya, satu yang kulukis di ufuk timur untuk kau lihat setiap pagi.
Bagaimana caranya?
duduk di teras, memikirkanmu. dalam sekejap, bintang itu telah kuwarnai dengan rindu. Kuletakkan di ufuk timur, agar dapat menemani sujud pagimu mengawali hari.
Sekali lagi, tengadahlah!
apa?
di sebelah sana, mekar sempurna, menebar wangi
owh… itu kembang kasih
Kembang kasih?
ya, kembang kasih. setiap wangi dan mekarnya seiring doaku tentangmu. kembang kasih itu untukmu.
kau masih mau tengadah?
Apa?
di atas sana, di barat langit
Owh… itu sekotak nada senja
sekotak nada senja?
Ya, sekotak nada senja. saat senja tiba, lembayung akan menyanyikan nada terbaiknya menghasilkan sekotak nada senja, musiknya bergema di barat langit dengan semburat jingga nan elok. sekotak nada senja itu untukmu.
Tetap tengadah..
apa?
Di sana, tinggi, menjulang
owh… itu bukit rindu
Bukit rindu?
ya, bukit rindu. setiap rindu yang tak tersampaikan, kusimpan dalam hati, tumbuh menjadi bukit rindu. bukit rindu itu untukmu.
sekarang coba rasakan..
Apa?
ini, rintik, ritmis, gerimis
Owh… ini gerimis bahagia
gerimis bahagia?
Ya, gerimis bahagia. kala kau tertawa, gelakmu menggema, gerimis ini turun. aku memilih sore hari. saat rintiknya usai, kau dapat mencium aroma tanah tersentuh rintik dan menghadirkan aku disana. gerimis bahagia ini untukmu.

