Pusat Perbelanjaan, suatu sore yang membeku..
Di luar hujan. aku gak bisa kemana-mana dulu. hujannya masih deras. sempat terpikir untuk nekat, basah-basahan lagi. hujan-hujanan kan bukan hanya untuk anak-anak. meskipun aku tahu aku sudah cukup ‘besar’ untuk mestinya tidak hujan-hujanan lagi. tapi.. dan selalu saja ada kata ‘tapi’ dalam otak ku ini. tapi gak tau kenapa, aku lagi pengen lama-lamaan di kantor. padahal besok ada meeting dengan big boss. ough!! dan aku sebagai orang yang harus mempresentasikannya. shit!! bahan untuk presentasi blom ada yang beres. don’t care who care. yeah. i’m sick.
aku sedang terpuruk. nobody knows. kecuali sahabat-sahabat terdekatku. yang sekarang berada tidak dekat denganku. ingin sekali menghubungi teman-temanku. sahabat-sahabatku. yang ternyata selalu menunggu kabar dariku dan aku lupakan. i’m not quiet a good friend isn’t it?? i know that. dan skali lagi don’t care who care. aku udah menjadi orang yang paling gak ngurus dengan segala hal. entah since when. everybody changing toh??
tentang teman-temanku, mereka hadir dalam keterpurukanku. thank god. but, sepertinya aku tak cukup bersyukur, setelah mendapatkan penghiburan-penghiburan dan perlakuan sebagai pesakitan, aku ogah-ogahan menghubungi mereka lagi. what’s wrong with me?
dan sore ini, aku ketemu salah satu dari mereka. yang kebetulan masih bisa aku temui di duniaku yang sekarang. keramahan mereka selalu memberi kehangatan di senja yang menggigil. you know what? i feel been curse to meet her. aku benar-benar lagi tak ingin membicarakan masalahku. hmm, not really, but i need to hear an opinion from someone who can objective with my problem. comment bout this situation not becoz i’m her/his friend. tapi aku tidak tahu mencari dimana ’seseorang’ itu. basa basi sedikit menanyakan kabar, dan kemudian aku terlibat pembicaraan yang panjang. tentang masalahku.
“gimana?”
“hmm, wut?”
“jangan pura-pura bloon deh. ada perkembangan apa?”
see, i can’t stand on it. something like this!!
but i need to do it.
seberapa sakitpun itu.
“hmm, ternyata ga semudah yang aku kira”
“maksudnya? apa yang kamu kira?”
“gak semudah yang aku bayangkan. aku gak bisa konsen. sama sekali. semuanya seperti melayang-layang. kalopun mungkin ribuan godam udah ditimpuk ke kepalaku aku gak akan sadar. i’m sick. parah”
“…”
“desease, i don’t have any idea how to get cure”
“kamu ama dia gimana selama ini?”
“mm, just like as ussual. nothing change”
“see, you hurt your self hunny”
“hmm..”
“kamu tetep aja ngobrol ama dia seolah gak ada kejadian, macam pantat bumi mo meletus…ya sakitnya gak waras2…mbok kamu off dulu… semedi atau nangkepin nyamuk kek…”
“…” (more…)